Sabtu, 08 Desember 2012

Kawisesan Leak Sari


KAWISESAN LEAK SARI

Dalam kewisesan leak sari akan dicantumkan beberapa kutipan mantra-mantra kawisesan-kesaktian leak sari, yang berguna sebagai pelengkap berupa kewisesan atau kesaktian itu sendiri, berikut adalah mantra-mantranya:

AJIAN SIWA-GNI

Kedua mantra tadi menggunakan sarana abu awon (abu dapur) bila sudah dimantrai siratkan pada seluruh pekarangan. Bila untuk mengobati orang sakit, siratkan 3 kali, bhinasmakena 3 kali, putar kiri 3 kali. Bantennya : Canang Sari, dupa lenga wangi burat wangi, toya kelebutan.

PANGESENGAN DESTI

Sarana yang digunakan adalah toya anyar, atau toya kelebutan, bunga pucuk bang, canang sari mesari siyu pitungatus (1700). Bisa dipakai untuk mengobati orang sakit, atau meruwat orang yang baru sembuh dari sakit.

Untuk menghidupkan ajian ini diperlukan sarana berupa bunga pucuk bang, dan memakai kampuh atau saput poleng - hitam-putih.

Ajian di atas dapat digunakan untuk mengobati orang yang sakit kena guna-guna. Seperti Jaran Guyang, Setan Kober, Semar Mesem dan sebagainya. Sarana toya kelebutan, kembang setaman dipakai pengelukatan.

Mantra di atas bisa digunakan untuk menangkap leak. Tentu saja untuk menggunakan mantra ini anda harus memahami kekuatan sendiri. Jangan sampai anda ingin menangkap leak, tapi justru anda sendiri yang ditangkap oleh leak, kan repot jadinya.

Mantra ini juga bisa digunakan untuk menangkap leak, disamping itu juga bisa dipakai untuk nerang hujan, selain juga berfungsi sebagai pengobatan. Kalau ada anak - istri - cucu, atau siapa saja yang sakit, maka ucapkan mantra ini 3 kali di dalam hati, tahan napas sekuatnya, lalu tiupkan di telapak tangan orang yang sakit , sambil berdoa:  “pomo - pomo - pomo, siddhi mandhi mantraku.”

AJIAN PEMATUH AGUNG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar