Kamis, 01 Maret 2012

Sembah Puyung



Sembah Puyung :
Pertama-tama Pemangku yang memimpin upacara persembahyangan, akan mengucapkan aba-aba “Sembah Puyung.” Maksudnya adalah sembahyang tanpa sarana atau tanpa bunga. Umat yang akan bersembahyang kemudian mengasapi atau mensucikan kedua tangannya diatas dupa yang ada di depannya. Kedua tangan lalu dicakupkan dan diangkat keatas, sehingga pangkal cakupan tangan berada diatas dahi dan ujung jari tangan berada diatas ubun-ubun. Kemudian  Pemimpin Upacara atau Pemangku mengucapkan Mantram :


¥ AaTm tTvaTma xu× ma' Svaha --

Oý àtma tatvàtmà úuddha màý svàhà

Artinya :

Ya Tuhan, sucikanlah diri hamba.
Jika umat yang bersembahyang memahami atau hafal Mantram termaksud, merekapun boleh mengucapkannya dalam hati. Jika tidak paham, agar mengucapkan terjemahannya dalam bahasa yang dikuasai. Setelah itu kedua tangan diturunkan perlahan-lahan.

Kamis, 09 Februari 2012

BANTEN LIS SENJATA SAKTI



Banten Lis Senjata Sakti biasanya ditempatkan di bale dauh tempat Ida Pemangku/Ida Pedanda mepuja di sanggah kemulan atau di Pura (pada waktu piodalan) atau dalam rentetan upacara Panca Yadnya.

Rabu, 08 Februari 2012

TIPAT SIRIKAN



Tipat sirikan ini mempergunakan 1 batang janur yang lidinya dibuang. Pada pangkal janur ± 5 cm lidinya disisihkan. Tipat ini biasanya dipergunakan pada waktu Upacara Mejauman yaitu ketika penganten wanita berpamitan kepada sanak saudara dan leluhurnya di Merajan/Sanggah Kamulan.
 


  • Janur yang dililitkan pada telapak tangan





  • Janur yang sudah dililitkan kemudian disaling silangkan
 




  • Ulatan Tipat yang sudah jadi kemudian dipepetkan/dirapatkan

   
  • Inilah bentuk Tipat Sirikan yang sudah jadi




Senin, 06 Februari 2012

BANTEN PENYENENG



BANTEN PENYENENG TERAG


Banten Penyeneng Terag ini pun tergolong utama. Dalam tingkatan upacara Panca Yadnya, Penyeneng Terag ini selalu ada terutama dalam tingkatan upacara yang bersifat utama.