Jumlah urip
Saptawàra dan Pañcawàra dari hari lahir (wêton) Pria dan Wanita digabung, lalu
jumlahnya dibagi 5 (lima), kemudian lihat sisanya sebagai berikut:
Jumlah urip
Saptawàra dan Pañcawàra dari hari lahir (wêton) Pria dan Wanita digabung, lalu
jumlahnya dibagi 4 (empat), kemudian lihat sisanya sebagai berikut:
Memiliki pikiran yang bersih, polos, sederhana, susila, senang menabung.
Senang
akan pembangunan.
Rukun dalam berkeluarga (perkawinan), tetapi anak-anaknya
meninggal pada saat lahir.
Laku sùrya, artinya bertata susila, sopan santun,
agak pemalu, banyak keinginannya, cerdas, luas pengetahuannya, berwibawa.
Lêbu
katiup angin: artinya hatinya sering goncang terombang-ambing, buruk
keadaannya, kekurangan, lama hidup sengsara (menderita), kurang sandang pangan,
setiap keinginannya tidak mudah tercapai, suka mengembara.
Selalu menanggung kesedihan (susah) sejak mulai kawin (berumah tangga),
kemudian hari ditinggalkan oleh anaknya.
Mempunyai pikiran yang baik/bersih,
tetapi patut berhati-hati.
Pandai sehingga dijadikan pengayoman. Senang akan
pembangunan.
Laku prêtiwi: artinya mempunyai pemikiran sederhana, tidak suka
banyak bicara, tetapi suka bersenda gurau bersama anak-anak dan isterinya atau
suaminya.
Tunggak sêmi: artinya sifatnya angkuh, suka akan pertikaian, meskipun
sudah disalahkan tetapi masih tetap membantah.
Tidak kurang rejekinya, walaupun
diambil berkali kali tetapi tetap ada datang lagi.
Sedikit bicaranya, tidak mau memperhatikan atau menurut nasehat orang, sering
salah menafsirkan perkataan orang (salah menerima perkataan orang), senang
tidak mau menurut atau berbeda pendapat dengan gurunya.
Senang berdanapunia.
Tidak suka kalau ada orang yang merendahkannya, menghinanya atau melecehkannya.
Kalau mengerjakan sesuatu yang penting, tidak berhasil dengan baik.
Mempunyai
keberanian untuk bercakap-cakap mengemukakan pendapatnya dalam suatu pertemuan.
Tetapi suka semaunya sendiri tidak peduli orang lain, suka sewenang-wenang. Laku
paóðita úakti, artinya berkemampuan tinggi (úakti), cerdas, pandai, bijaksana,
mampu menjadi balian (tabib).
Ahli sastra (sastrawan), tetapi kadang-kadang ia
berpikiran sombong.
Sumur sinaba: artinya suka memberi pertolongan, perilakunya
lemah-lembut, penyayang dan dermawan, ikhlas beryajña (berkorban) dan
berdanapunia.
Dimanapun bertempat tinggal selalu menjadi tempat tujuan
orang-orang untuk berguru menimba ilmu pe ngetahuan dan minta pertolongan.
Jantan (kesatria), pemberani dalam pertempuran, disenangi orang banyak.
Rajin
bekerja walaupun pekerjaan itu berat, apalagi pekerjaan yang ringan. Sebaiknya
tidak mengerjakan pekerjaan yang sangat penting (sulit) karena akan menimbulkan
kesulitan kalau tidak berhati-hati.
Senang bersenda gurau, dan senang mencari
sahabat.
Laku paóðita úakti: artinya berkemampuan tinggi (úakti), cerdas,
pandai, bijaksana, mampu menjadi balian (tabib).
Ahli sastra (sastrawan),
tetapi kadang-kadang ia berpikiran sombong.
Selamat dan sentausa. Memiliki pikiran yang bersih, polos, sederhana, susila
dan senang menabung.
Tetapi senang berbohong, tidak mau merendah, tidak tahu
diri, kurang setia kawan.
Senang akan pembangunan dan suka bekerja.
Aras
tuding: artinya gagah berani, suka menjual barang-barang miliknya sendiri,
tetapi suka akan harta benda orang lain, keinginannya sukar dikendalikan.
Mempunyai bakat bercocok tanam, polos, sederhana
dan jujur, setia, disayang orang banyak, tetapi tidak pintar sehingga sering
bersedih.
Senang berbohong dan tidak suka merendah, tidak tahu diri dan kurang
setia kawan.
Senang akan pembangunan dan suka bekerja. Laku api, artinya sering
membuat keonaran, pemarah, suka mengungguli orang lain sehingga sering
menimbulkan sakit hati.
Wiúeûa sàgara: artinya suka dan banyak memberi
ampun/maaf.
Lurus budinya, perasaannya dalam, besar pengaruhnya/wibawanya.
Panjang pemikirannya.
Pandai bicara dan mengerti tentang baik dan buruk.
Rajin bekerja walaupun pekerjaan itu berat apalagi pekerjaan yang ringan.
Sebaiknya tidak mengerjakan pekerjaan yang sangat penting (sulit) karena akan
menimbulkan kesulitan kalau tidak berhati-hati.
Senang akan pembangunan.
Aras
tuding, artinya gagah berani, suka menjual barang-barang miliknya sendiri,
tetapi ia suka akan harta benda orang lain, keinginannya sukar dikendalikan.
Sumur
sinaba, artinya suka memberi pertolongan, perilakunya lemah-lembut, penyayang
dan dermawan, ikhlas beryajña (berkorban) dan berdana punia.
Dimanapun ia
bertempat tinggal selalu menjadi tempat tujuan orang-orang untuk berguru
menimba ilmu pengetahuan dan untuk minta pertolongan.
Sanghyang
Guru (Úukra), Åûi Garga. Sanghyang Brahmà. Bhagawan Mêrcukunda.
Wataknya:
Senang bertengkar (membantah), pemboros, kurang perhatian akan sesuatu hal atau
situasi sekelilingnya.
Murah hati, tidak kikir, tidak sayang akan harta
bendanya.
Tidak pilih-pilih. Pekerjaan apa saja yang dikerjakannya berhasil
baik.
Rajin, tetapi sering melamun, termenung-menung.
Mempunyai kemauan yang
keras, bersemangat.
Laku prêtiwi: artinya mempunyai pemikiran sederhana, tidak
suka banyak bicara, tetapi suka bersenda-gurau bersama anak-anak dan isterinya
atau suaminya.
Lêbu katiup angin, artinya hatinya sering goncang
terombang-ambing.
Buruk keadaannya, kekurangan, lama hidup sengsara
(menderita).