Cerdik, kuat (luas) kebijaksanaannya, banyak kepandaiannya (pengetahuannya),
panjang budinya (pemikirannya).
Gêdhongnya maunêb magênah ring pungkur
(gedongnya tertutup bertempat dibelakang) artinya sangat perhitungan dalam soal
keuangan dan sangat kikir.
Kayonanya wani (kayunya wani) artinya setiap orang
yang melihatnya jadi tertarik pada caranya makan buah wani tersebut, dan
setelah makan semua merasa geram (gregetan).
Manuknya kapodang (burungnya
kepodang) artinya kasar keras hati pemarah dan tidak senang berkumpul-kumpul
orang banyak.
Sakadi awang-awang uwung-uwung (seperti angkasa luas) artinya
besar (lapang) hatinya, luas pandangannya.
Halangannya karena berkelahi dan
karena di gigit ular.
Pikirannya tidak baik, bodoh, serakah, banyak
tingkah.
Kayonanya tingas (kayunya tingas) artinya suka panas hati, tidak bisa
didekati orang, setiap yang mendekat akan hangus kepanasan, suka bohong.
Mwah
kakayonanya camara das rêbah sondoh (dan kayunya camara hampir roboh miring)
artinya tidak bisa didekati sebagai tempat berlindung dan beristirahat, kasar
dan keras ucapannya.
Manuknya gêmak (burungnya gêmak) artinya bertingkah laku
sebagai Ûatria gagah berani tidak takut kepada sesama orang.
Kadi swaraning
ukir tinêmpuh angin (seperti suara gunung diterjang angin) artinya setiap
ucapannya menimbulkan sakit hati, dan tidak ada hasilnya, atau tidak
kesampaian maksudnya.