Rabu, 20 Juni 2012

Nyepi

NYÊPI

Pananggal apisan (1) Úaúih Kadaúa: 
Melaksanakan Catur Brata Panyepian yaitu:
  • Amati Gêni yaitu tidak menyalakan api
  • Amati Karya yaitu tidak bekerja
  • Amati Lelanguan artinya tidak bersenang-senang dan
  • Amati Lelungan artinya tidak bepergian
Lebih baik lagi kalau melaksanakan yoga, samàdhi, upawàsa (tidak makan-minum).
 
Ada manfaat yang sangat besar yang diperoleh oleh umat manusia sebagai mikrokosmos dan oleh dunia alam semesta sebagai makrokosmos dalam perayaan hari raya Nyepi ini. Sebab dengan pelaksanaan catur brata penyepian apalagi dilaksanakan secara masal oleh jutaan orang, hal itu akan mampu mengurangi polusi udara, polusi pikiran, ketegangan emosional, stress, dsb. Sebagaimana perayaan Nyepi yang dilaksanakan di Bali, yang dilaksanakan dengan cara pemadaman listrik secara total, kecuali pada  tempat-tempat yang vital seperti rumah sakit, dll. Bandar Udara yang ditutup, penghentian aktivitas lalulintas kendaraan bermotor, dsb., semua hal itu jika ditotal, mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Dengan perayaan Nyepi mampu menghemat anggaran Pemerintah, anggaran rumah tangga, dan yang paling penting dan utama, dengan perayaan Nyepi dalam satu hari dunia pernah merasakan hening dan sunyi dan damai. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika hari raya Nyepi ini diusulkan untuk dijadikan sebagai The Word Silent Day ‘Hari Hening Sedunia’.
Berdasarkan kenyataan bahwa memang benar hari raya Nyepi membawa banyak manfaat baik bagi manusia maupun bagi dunia, maka sangat penting bagi umat Hindu untuk menerapkan ajaran penyepian itu secara baik dan benar. Oleh karena itu umat Hindu wajib melaksanakan brata penyepian dengan melaksanakan tapa, brata, yoga, samàdhi pada setiap hari raya Nyepi, bahkan jika perlu pelaksanaan tapa, brata, yoga, Samàdhi dilaksanakan pada setiap hari-hari raya Hindu yang jumlahnya cukup banyak. Dengan demikian, dunia mikrokosmos dan dunia makrokosmos akan lebih banyak merasakan keheningan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar